one of my best poem... enjoy
Jenazah diam membisu....
Tersenyum kaku dalam keheningan....
Seyum tak berarti....
Sebuah peluru emas menancap di dadanya....
Tepat disaat surya tengah terlelap....
Dalam kegelapan malam menghantui....
Lubang akibat kedukaan zaman perang
Lubang akibat kekejaman tak berperasaan....
Lubang akibat perjuangan tak akhir....
Dalam keheningan,
Sang Dewi malam meninabobokan kesedihan.....
Dan dalam senyum bekunya....
Terlihat darah perjuangan....
Saat ayam tengah bersiap...
Ia masih tersenyum kaku,
hendak bertanya....
Peluru siapakah ini?...
Stan, '11



0 komentar:
Posting Komentar